Warga Campor Pamekasan Pertanyakan Mandeknya Kasus OTT Raskin Tahun 2015

- Reporter

Rabu, 4 Januari 2023 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan – Warga Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, mempertanyakan kasus operasi tangkap tangan (OTT) beras miskin (raskin) tahun 2015 yang mandek di Polres Pamekasan, Rabu (4/1/2023).

Abdurrohim, warga setempat menyayangkan sikap pihak kepolisian. Sebab kasus yang melibatkan mantan Kepala Desa Campor (Abdul Kholik-red) hingga saat ini masih belum ada kejelasan.

Padahal, kata dia, saksi yang dimintai keterangan oleh polisi saat itu kurang lebih 20 orang. “Saksi lebih dari 20 orang. Bahkan ada yang dimintai keterangan ke desa-desa, kalau sata dimintai keterangan di Polres,” ucapnya.

Dikatakan, dalam keterangan yang dia sampaikan keesokan hari setelah OTT raskin, menerangkan bahwa pihaknya selama dipimpin kepala desa waktu itu menerima beras yang sudah terbungkus plastik.

“Saya terima berasnya sudah dalam bungkus plastik, saay ditakar sama keluarga, kadang ada yang sampai 1 gantang, kadang ada yang kurang. Saya tidak tahu waktu turun ke desa berbentuk sak atau memang sudah plastikan kayak itu,” ungkapnya.

Senada dengan Abdurrohim, Jahit, warga Dusun Jelbuden. Ia menyampaikan bahwa dalam satu tahun pihaknya hanya menerima raskin 3 kali. Ia menegaskan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat sudah terbungkus plastik.

“Hanya 3 kali penyaluran dalam satu tahun. Itupun kami hanya terima 1 gantang beras yang sudah disiapkan oleh kepala desa,” ujarnya.

Ia berharap pihak aparat penegak hukum untuk segera memberikan kejelasan terkait kasus yang sudah 7 tahun lama tergantu di Polres Pamekasan.

“Saya harap kasus ini segera terproses oleh Polres Pamekasan. Karena saat ini masyarakat di bawah ingin tahu sejauh mana kasus itu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum konfirmasi kepada pihak terkait.

Berita Terkait

Imigrasi Pamekasan Deportasi WNA Asal Malaysia
MCC PWI Pamekasan Buka Layanan Pengaduan Bagi Wartawan yang Belum Terima THR
Polisi Tetapkan Oknum Pegawai BNI Pamekasan Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual
Teller BNI Pamekasan Laporkan Atasan Gegera Buka Tali BH dan Ajak Tidur Bareng
Terima Pelimpahan OTT Rokok Ilegal dari Polres Pamekasan, Bae Cukai Madura Sebut Tersangka Masih Diselidiki
Polres Pamekasan Limpahkan Kasus OTT Rokok Ilegal ke Bea Cukai Madura
Tujuh Tahun Sudah, Kasus OTT Raskin Desa Campor Pamekasan Tak Jelas

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 04:27 WIB

Imigrasi Pamekasan Deportasi WNA Asal Malaysia

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:06 WIB

MCC PWI Pamekasan Buka Layanan Pengaduan Bagi Wartawan yang Belum Terima THR

Selasa, 17 Januari 2023 - 18:21 WIB

Polisi Tetapkan Oknum Pegawai BNI Pamekasan Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

Senin, 16 Januari 2023 - 17:59 WIB

Teller BNI Pamekasan Laporkan Atasan Gegera Buka Tali BH dan Ajak Tidur Bareng

Rabu, 4 Januari 2023 - 11:59 WIB

Warga Campor Pamekasan Pertanyakan Mandeknya Kasus OTT Raskin Tahun 2015

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Bupati Kholilurrahman Kunjungi Perbaikan Jalan Swadaya di Desa Campor Proppo

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:13 WIB

Screenshot

Politik & Pemerintahan

NIHONGO Partners Perkuat Pertukaran Bahasa dan Budaya Jepang-Indonesia di Jawa Timur

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:15 WIB