Pamekasan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang diletakkan di Kabupaten Pamekasan mencatatkan rekor MURI melalui kegiatan massal senam 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) yang diikuti lebih dari 24.000 peserta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Minggu (24/5/2026) pagi.
Kegiatan yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono tersebut diikuti 24.114 pelajar lintas jenjang pendidikan, baik TK, SD, SMP sampai tingkat SMA yang didampingi guru dan tenaga pendidik masing-masing sekolah.
Senior Manager MURI Triyono mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai penting dikarenakan melibatkan puluhan ribu pelajar dalam gerakan hidup sehat bersama.
“Ini luar biasa karena tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga mengajak anak-anak membangun budaya sehat sejak dini. Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun generasi sehat dan aktif melalui kegiatan positif,” katanya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Hardiknas di Pamekasan tersebut menunjukkan kiatnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan pendidikan nasional.
Dikatakan, pendidikan berkualitas tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, akan tetapi juga melalui pembiasaan hidup sehat dan disiplin sosial.
“Karena itu pendidikan harus melahirkan anak-anak yang sehat, kuat, dan memiliki karakter yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyebut, kegiatan tersebut menjadi bagian penting memperkuat semangat pendidikan daerah.
“Pada saat ini kami sengaja menjadikan momentum Puncak Hari Pendidikan Nasional ini sebagai penggugah semangat,” katanya.
Selain pemecahan rekor MURI, pemerintah juga menyerahkan penghargaan kepada siswa, tenaga pendidik, serta sekolah berprestasi di Kabupaten Pamekasan.
Acara tersebut ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan bernyanyi bersama “rukun sama teman” yang ikuti oleh seluruh peserta dengan meriah dan gembira.










