Pamekasan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan mengimbau setuan sekolah di bawah naungannya untuk tidaj melaksanakan prosesi wisuda untuk kelas akhir.
Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Basri Yulianto menyampaikan, sejak tahun 2025 pihaknya telah menyebar surat edaran kepada sekolah untuk tidak menggelar wisuda.
Basri khawatir kegiatan wisuda yang biasa dilaksanakan di sekolah-sekolah dapat menjadi beban kepada wali murid.
“Meski demikian, banyak komite sekolah yang melaksanakan tidak dalam bentuk wisuda, tapi bentuknya pentas seni dan lain sebagainya,” katanya.
Pelaksanaan pentas seni itu telah menjadi kesepakatan komite sekolah dengan orang tua dengan catatan tidak membebani wali siswa, utamanya dari segi biaya.
Sebab, kata dia, pertimbangan mendasar lahirnya imbauan untuk tidak menggelar wisuda tersebut adalah faktor biaya.
“Kalau pentas seni kenapa kita tidak keberatan karena sejak awal mereka sudah diajari seni, budaya. Kalau hanya mata pelajaran, mereka tidak diberikan panggung, ya tidak bisa mengukur kinerja sejauh mana anak-anak itu menyerap seni, budaya, dan ilmu-ilmu lainnya,” ujarnya.
Selain wisuda, kata Basri, pihaknya juga mengimbau sekolah untuk tidak menggelar study tour dengan pertimbangan yang sama. Utamakan kegiatan yang dapat menunjang kreatifitas siswa demi mengembangkan potensi mereka.
“Studi wisata sama, prinsipnya kami larang. Khusus negeri (sekolah, red) sudah tidak melaksanakan (wisuda, studi wisata,red),” tukasnya.











