Pamekasan – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman melakukan audiensi dengan Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementrian Dalam Negeri, Selasa (7/4/2026).
Audiensi tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengonsolidasikan misi ke-3 pada RPJMD, khususnya rekayasa lingkungan dan mitigasi risiko bencana.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan bagian krusial dari rangkaian assesment program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Di mana, kata dia, Pamekasan telah sukses menjadi salah satu nominator dari 45 kabupaten/kota se-Indonesia untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis model ekonomi sirkuler.
“Langkah ini diambil sebagai respon cerdas dan taktis terhadap dinamika fiskal daerah, terutama dalam menghadapi tren penurunan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD),” katanya.
Dikatakan, keikutsertaan Kabupaten Pamekasan dalam LSDP, merupakan bagian dari strategi creative financing (pembiayaan kreatif) agar tetap mampu menjalankan proyek infrastruktur vital tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD konvensional, namun dengan mengoptimalkan pendanaan eksternal dan dukungan teknis internasional dari World Bank melalui Kemendagri.
Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI menambahkan, Pamekasan berupaya menembus keterbatasan ruang fiskal agar peningkatan layanan publik tetap berjalan optimal.
Selain fokus pada pengelolaan persampahan dari hulu ke hilir, kata KH Kholilurrahman, dalam audiensi juga dibahas tentang upaya penguatan program Wefsrid (Water Energy Food Security For Regional Integrated Development). Program ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur irigasi strategis yang diproyeksikan mampu menciptakan ketahanan pangan, energi, dan air secara mandiri.
“Sinergi antara LSDP dan Wefsrid menjadi bukti keseriusan Pemkab Pamekasan dalam menyiapkan fondasi pembangunan yang kokoh, baik melalui penyediaan lahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), penguatan regulasi, maupun pemberdayaan kelembagaan berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan operasional,” terangnya.
Ia menambahkan, partisipasi dalam inisiatif berskala nasional ini diposisikan sebagai solusi jangka panjang dalam menjawab isu strategis lingkungan sekaligus meningkatkan ketangguhan daerah. Melalui transformasi tata kelola yang lebih sistematis dan efisien, Pamekasan menargetkan penurunan risiko bencana secara signifikan, seperti pencegahan banjir dan minimalisir pencemaran.
“Langkah besar ini menjadi manifestasi nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga lincah secara finansial dan berkelanjutan bagi masa depan,” tukasnya.
Diketahui, audiensi Bupati KH Kholilurrahman ke Kemendagri didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKPD) Sahrul Munir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Plt. Kepala Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Plt. Kepala (Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Bapperida).










