Pamekasan – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman merespon sejumlah pemberitaan yang banyak menyoroti kinerja pembangunan sejak dilantik pada 19 Maret 2025 bersama Wakil Bupati Pamekasan H Sukriyanto.
Bahkan, pemberitaan itu juga menyasar pada persoalan pribadi dan rumah tangganya.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan, kemerdekaan pers harus didukung dalam rangka penyampaian informasi yang objektif kepada masyarakat.
Dengan demikian, kata dia, informasi yang diterima bisa masyarakat dapat dipertanggungjawabkan oleh media itu sendiri.
“Sudah bukan eranya informasi dikunci. Media merupakan mitra pemerintah dalam rangja menyampaikan informasi pembangunan. Hal itu juga menyumbang terhadap kualitas demokrasi di daerah,” katanya.
Dikatakan, informasi yang objektif itu disertai dengan keberimbangan. Sebab, jika informasi yang sepihak tanpa ada konfirmasi, bisa menyebabkan multi tafsir di tengah-tengah masyarakat.
“Tabayun, atau klarifikasi merupakan syarat dalam penyampaian informasi. Dengan demikian, informasi yang diterima masyarakat bisa utuh dan tidak menimbulkan tafsir yang macam-macam,” ungkapnya.
Ia menyebut, media tidak perlu membela pemerintah dan pro terhadap pemerintah. Yang dibutuhkan pemerintah, memberikan ruang yang sama, berimbang dalam pemberitaan.
“Saya tidak minta media membela pemerintah atau pro pemerintah. Ayolah media itu menyajikan informasi yang berimbang,” tuturnya.
Ia menambahkan, media harus bebas dari campur tangan pemerintah sehingga media bebas mencari, memperoleh dan menyimpan informasi dan pendapat tanpa tekanan.
“Pers yang bertanggungjawab adalah pers yang menyampaikan informasi secara objektif kepada publik, bukan informasi hoaks dan tendensius secara subyektif,” tutupnya.











