Pamekasan – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) memuji langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam merealisasikan program Presiden Prabowo.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan memberikan akses pendidikan gratis dan merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pulau Madura ini kita tidak boleh meninggalkan kyai. Makanya program ini perlu dipahami secara utuh oleh para kyai dan ulama’, dan oleh pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan,” kata Mensos RI Syaifullah Yusuf.
Dikatakan, Sekolah Rakyat hakikatnya menjalankan Undang Undang Dasar 1945 bahwa orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Sehingga, sekolah rakyat itu khusus untuk anak yang tidak sekolah, belum sekolah dan berpotensi tidak bisa sekolah.
“Ini titipan Tuhan yang harus dipelihara oleh negara. Ada sekitar 4 juta lebih anak Indonesia yang kondisinya sekarang bisa dikatakan terlantar. Kenyataan ini harus kita terima dengan jujur. Inilah fakta yang ada di sekitar kita,” terangnya.
Ia menyebut, sejatinya pesantren telah mengambil peran lebih awal dengan menggratiskan biaya sekolah dan biaya pesantren bagi anak-anak yang tidak mampu. Sementara Sekolah Rakyat merupakan peran negara agar anak Indonesia tidak putus sekolah dan bisa mengejar cita-citanya.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati Pamekasan yang telah melakukan langkah-langkah nyata, sehingga sekolah rintisan tahun 2025 bisa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan ini,” ungkapnya.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan, kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi untuk senantiasa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan keinginan bersama.
“Kami atas nama pribadi dan atas nama Pemkab dan atas nama masyarakat Pamekasan, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas segala perhatian kepada Pamekasan dan Madura secara umun,” tukasnya.











