Soal Demo Perpanjangan Masa Jabatan Kades, GMNI Pamekasan: Gerakan Melanggengkan Jabatan

- Reporter

Kamis, 19 Januari 2023 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan menilai demonstrasi yang dilakukan oleh kepala desa di gedung DPR RI gerakan ingin melanggengkan jabatan.

Sebab, kata Ketua GMNI Pamekasan Taufik, demonstrasi yang dilakukan seluruh kepala desa itu tidak ada usulan yang produktif untuk membawa arah memperbaiki desa. Bahkan tidak ada dasar untuk membawa kepentingan rakyat.

“Harusnya isu yang dibawa yang lebih baik, misalnya terkait transparansi anggaran, pelayanan, perbaikan program agar tepat sasaran, dan bagaimana membangun kemandirian ekonomi desa,” kata Ketua GMNI Pamekasan Taufik.

Dia menilai munculnya wacana penambahan periode kepala desa dari 6 tahun ke 9 tahun itu suatu bukti arah demokrasi hari ini mandek. Bahkan bukti kemunduran demokrasi.

Dikatakan, hanya dengan adanya aksi Kades se-Indonesia ke gedung DPR RI pada Selasa (17/1) kemaren, pemerintah pusat malah menerima usulan tersebut menjadi Prolegnas.

“Jika ini diamini oleh pemerintah, maka ini akan merusak demokrasi. Jabatan publik yang dipilih oleh rakyat secara demokrasi harus dipergilirkan guna menghindari kecendrungan korup dan otoriter,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lord Acton pada awal abad 20, dapat disimpulkan bahwa kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut pasti korup (power tend to corrupt and absolute power corrupt absolutely).

Oleh karena itu, kata dia, jika merujuk pada pasal 39 UU No 6 Tahun 2014 tetang Desa, disebutkan bahwa kepala desa dapat ikut pemilihan kepala desa selama tiga periode berturut-turut atau tidak berturut-turut.

Dengan demikian, jika masa jabatannya 9 tahun maka kepala desa dapat menjabat selama 27 tahun. Dengan begitu, akan memberikan peluang untuk melahirkan sistem otoriter yang korup.

“Ini salah satu faktor melanggengkan korupsi di desa. Tak hanya itu, regenerasi kepemimpinan di desa akan terhambat, sehingga akan muncul polemik di masyarakat dan menjadikan masyarakat hopeless terhadap perubahan kepemimpinan di desa yang akhirnya masyarakat menjadi apolitis,” tukasnya.

Berita Terkait

Imigrasi Pamekasan Gelar Eazy Passport untuk 534 Jamaah Haji 2027 di Sumenep
Mahasiswa Asing Universitas Trunojoyo Madura Terima Edukasi Keimigrasian dari Imigrasi Pamekasan
Rapat Timpora, Imigrasi Pamekasan Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing
Kanim Pamekasan Sosialisasikan Layanan Data Keimigrasian
Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Pamekasan Gelar Timpora di Bangkalan
Bupati Kholilurrahman Kunjungi Perbaikan Jalan Swadaya di Desa Campor Proppo
Lepas Lomba Gerak Jalan Tingkat SD, Bupati Pamekasan Sebut Perlombaan sebagai Media Pendidikan Karakter
NIHONGO Partners Perkuat Pertukaran Bahasa dan Budaya Jepang-Indonesia di Jawa Timur

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:51 WIB

Imigrasi Pamekasan Gelar Eazy Passport untuk 534 Jamaah Haji 2027 di Sumenep

Sabtu, 12 September 2026 - 05:21 WIB

Mahasiswa Asing Universitas Trunojoyo Madura Terima Edukasi Keimigrasian dari Imigrasi Pamekasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 04:45 WIB

Kanim Pamekasan Sosialisasikan Layanan Data Keimigrasian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:04 WIB

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Pamekasan Gelar Timpora di Bangkalan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Bupati Kholilurrahman Kunjungi Perbaikan Jalan Swadaya di Desa Campor Proppo

Berita Terbaru

Peristiwa

Warga Palengaan Pamekasan Rusak Gerai Ritel Modern

Kamis, 8 Okt 2026 - 01:55 WIB

Screenshot

Politik & Pemerintahan

Imigrasi Pamekasan Gelar Eazy Passport untuk 534 Jamaah Haji 2027 di Sumenep

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:51 WIB

Pendidikan

Bupati Pamekasan Buka MTQ Tingkat Kabupaten

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:00 WIB