Pamekasan – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyambut kedatangan club sepak bola asal Kabupaten Pamekasan, Persepam di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Jum’at (23/1/2026) sore.
Bupati Pamekasan Kh Kholilurrahman mengaku bangga dan terharu atas capaian Persepam yang dipastikan lolos ke babak 8 besar Liga 4 Kapal Api Jawa Timur 2026.
Menurutnya, perjuangan berat yang dilakukan pemain, official, pelatih dan manager membuahkan hasil maksimal.
Mantan anggota DPR RI itu mengenang keberhasilan Persepam menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada periode pertama dirinya menjabat bupati.
“Pada periode pertama saya berada di pendopo, kami berhasil mengawal Persepam hingga tembus ke ISL. Saat itu namanya berubah menjadi Persepam Madura United,” ujarnya.
Pengasuh Ponpes Matsaratul Huda Panempan ini menambahkan, keberhasilan pada periode pertama itu menjadi semangat tersendiri agar Persepam kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Sekarang kita lebih semangat lagi, bagaimana persiapan bisa tembus ke strata teratas, yaitu Liga 1,” ungkapnya.
Ia meminta maaf kepada manajemen, suporter, dan masyarakat Pamekasan lantaran tidak bisa hadir langsung mendampingi Persepam di beberapa laga akibat padatnya agenda.
“Saya mohon jangan diartikan turun semangat. Karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya saya tidak bisa hadir sama sekali,” terangnya.
Keberhasilan Persepam ini patut disyukuri oleh semua pihak, sebab mereka berlaga tidak membebani keuangan daerah.
Oleh karena itu, ke depan adanya terobosan penggalangan dana dengan melibatkan partisipasi pengusaha lokal.
“Alhamdulillah dari awal sampai saat ini Persepam tidak pernah mengganggu kami dalam masalah dana. Saya tidak tahu persis dapat dari mana sumber dananya, kok bisa seperti ini. Insya Allah, jika sudah dipadukan dengan pengusaha-pengusaha kita, akan lebih baik lagi,” paparnya.
Dikatakan, sepak bola memiliki makna filosofis yang penting bagi pembangunan karakter masyarakat. Sepak bola membangun sportivitas, semangat kebersamaan, dan kerja sama yang baik.
Ia pun menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan olahraga di Pamekasan, tidak hanya sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lain yang mulai berkembang.
“Tekad kita sudah bulat. Sekali layar terkembang, pantang kembali pulang sebelum kita menang,” tukasnya.










