JCW Pertanyakan Aliran Dana Desa Pasanggar Pamekasan

  • Bagikan

Pamekasan – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Watch (JCW) mempertanyakan aliran dana desa (DD) di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jum’at (24/6/2022).

JCW menuding ada penyelewengan penggunaan dada desa yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Penyelewengan dimaksud, DD Pasanggar dipergunakan untuk kepentingan politik Pilkades serentak 2022 kemaren.

Oleh sebab itu, Kordinator JCW Khairul Kalam melayangkan surat somasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Pamekasan dan Camat Pegantenan.

BACA JUGA :  Pemkab Pamekasan Siapkan 55 Stan Pameran MTQ Jatim ke-29

Tujuannya, agar DPMD Pamekasan dan Camat Pegantenan melakukan evaluasi terhadap realisasi program dana desa di Desa Pasanggar yang diduga telah terlanjur diselewengkan.

“Jika somasi yang kami layangkan tidak ditindak lanjuti, maka kami akan ambil upaya hukum dengan melaporkan tindak pidananya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Cipayung Pamekasan Demo Kenaikan Pertamax dan Kelangkaan Minyak Goreng

Dikatakan, masalah tersebut bukan hanya terletak pada administrasi, melainkan ada sisi hukum yang bisa menjerat pelaku yang telah melakukan penyimpangan keuangan Negara atau perekonomian Negara dengan memperkaya diri sendiri.

Sehingga penggunaan dana desanya tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2007 tentang Desa dan Peraturan Desa.

BACA JUGA :  Adu Moncong Mobil VS Sepeda Motor, Satu Pelajar Tewas

“Jadi, sebelum realisasi tahap pertama selesai, maka dana desa tahap kedua tidak boleh dicairkan,” ungkapnya.

Khairul Kalam menambahkan, minimnya pengawasan dari pihak DPMD dan Kecamatan Pegantenan menjadi faktor utama dana desa di Desa Pasanggar dapat diselewengkan.

“Kalau berbicara regulasi, maka yang perlu bertanggung jawab Pj Kades, Bendahara Desa, dan pihak kecamatan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.