Bandar Sabu di Surabaya Lolos dari Hukuman Mati

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

Surabaya – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menyatakan terdakwa bandar narkoba, Saiful Yasan (42) warga asal Rungkut, Surabaya, secara sah bersalah.

Dikutip dari detikjatim.com, saat membacakan amar putusan, Majelis Hakim Suparno memvonis terdakwa bandar sabu dengan hukuman pidana penjara 20 tahun.

“Terdakwa Saiful Yasan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU RI tentang Narkotika dan menjatuhkan pidana selama 20 tahun penjara,” ucap Suparno di Ruang Garuda, PN Surabaya pada Kamis (23/6/2022).

BACA JUGA :  Kukuhkan Perencanaan Desa Wisata, Mahasiswa KKN Rancang Grand Design

Dia menyampaikan bahwa ada beragam pertimbangan sebelum menjatuhkan vonis pada terdakwa. Menurutnya, ada hal yang meringankan dan memberatkan menjadi pertimbangan.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, sedangkan hal yang meringankan nihil,” ungkapnya.

JPU Suparlan lantas menjawab putusan itu. Ia menyatakan pikir-pikir perihal tersebut. Mengingat, sebelumnya ia menuntut terdakwa dengan hukuman mati. “Pikir-pikir,” ujarnya.

Sementara itu, didampingi pengacaranya, yakni Amelia, terdakwa menyatakan jawabannya. Ia menyatakan menerima putusan itu.

BACA JUGA :  Emil Dardak Minta Perajin Batik Tingkatkan Kapasitas dan Kreativitas

Berdasarkan fakta persidangan yang diperoleh, terdakwa narkotika jenis sabu seberat 40 kilogram, yakni Saiful Yasan (43), terbebas dari pidana mati yang disampaikan JPU sebelumnya.

Kendati, hakim memutus terdakwa terbukti secara sah dan tanpa hak atau melawan hukum dengan mengedarkan Narkotika Golongan I bukan tanaman lebih dari 5 gram tersebut.

Awalnya, kasus peredaran barang haram itu terbongkar pasca polisi mengembangkan penangkapan pada 7 tersangka narkoba. Identitas dan ciri-ciri yang dikantongi mengerucut pada 1 nama, yakni Saiful Yasan.

Usai ditangkap, terdakwa mengaku kerap menggunakan modus persewaan sound system. Rupanya, hal itu hanya kedok supaya tak terendus polisi dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA :  LSM Gabungan Tuding BPBD Jatim Korupsi Dana Belanja Tidak Terduga Rp 7,7 Miliar

Kepada petugas, Saiful mengaku sabu itu diperoleh terdakwa dari seseorang asal Sumatera. Lalu, ia berencana menjual dan mengedarkan di Kalimantan dan Jawa.

Karena bisnis haramnya itu, Saiful mengaku memperoleh Rp 150 juta. Namun, dipergunakan untuk sewa gudang yang telah dilakoni sejak Oktober 2020. Selain itu, Saiful juga mengakui pula sudah mengedarkan 25 kg sabu dari total 60 kg yang diperoleh.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.