Dear Jatim Korda Sumenep Menyoal Galian C Ilegal

  • Bagikan

Sumenep – Pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) menyoroti keberadaan aktivitas galian C ilegal yang marak beroperasi di Kabupaten Sumenep.

Kordinator Dear Jatim daerah Sumenep, Mahbub mengatakan bahwa adanya tambang ilegal di Kabupaten Sumenep dinilai sangat membahayakan dan merugikan yang berakibat pada kerusakan lingkungan.

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas galian C tak sebanding dengan manfaat yang didapat oleh masyarakat. Misalnya, longsor, banjir, dan merusak habitat.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah dan Bupati Baddrut Pamer Seratus Becak Di-branding MTQ ke-29 Tingkat Jatim

“Selama ini pemerintah setempat tidak mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, pemuda dan mahasiswa,” kata Mahbub kepada suarapraksi.com.

Ia menilai pemerintah daerah sengaja membiarkan keberadaan tambang ilegal. Sebab, galian C tak berizin merupakan tindak pidana dan bukan rahasia umum.

BACA JUGA :  Khofifah Bonceng Ketua DPR RI Keliling Pulau Oksigen Terbaik Dunia di Jawa Timur

“Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Pada pasal 158 pada UU nomor 3 tahun 2020 disebutkan, bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin resmi bisa dipidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp. 100 miliar,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bank BRI Serahkan Satu Mobil Operasional UKM untuk Pemkab Pamekasan

Dikatakan, pasal 158 UU Nomor 3 tahun 2020 tetang Minerba itu bisa menjerat pelaku penambangan tanpa izin resmi oleh badan usaha yang berbadan hukum ataupun perorangan.

“Sepanjang aktivitas penambangan itu tidak memiliki izin resmi, maka itu ilegal. Oleh kerananya, kami meminta aparat penegak hukum (APH) dan Pemkab Sumenep segera menertibkan galian C ilegal yang masih beroprasi di Sumenep,” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.