Aktivis PPPK Sebut PT AUMM Jadi Penyebab Turunnya PAD Pamekasan

  • Bagikan

Pamekasan – Aktivis Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (PPPK) menilai PT. Aneka Usaha Mekkasan Makmur (AUMM) menjadi penyebab turunnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan.

Hal itu dikarenakan semenjak hadirnya perusahaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Pamekasan tidak menyumbang terhadap PAD. Malah sebaliknya, PT AUMM mengalami kerugian.

Ketua PPPK, Basri mengatakan bahwa seharusnya BUMD memiliki tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD di Kabupaten Pamekasan dengan beberapa jenis usaha yang dijalankan, bukan malah sebaliknya.

BACA JUGA :  Gebyar Batik Pamekasan 2022 Road Show Jawa-Bali, Targetkan Ekonomi Bangkit

“PT AUMM ini mestinya jadi solusi untuk meningkatkan PAD Pamekasan. Namun nyatanya menjadi beban untuk Pemkab Pamekasan. Oleh karenanya, pemerintah harus mengevaluasi PT AUMm,” kata Basri kepada suarapraksi.com.

Apalagi, kata Basri, ada indikasi mengendapnya dana di PT. Aneka Usaha Mekkasan Makmur yang tidak jelas peruntukannya. Maka dari itu, Basri meminta Pemkab Pamekasan untuk mengevaluasinya.

“Saya curiga endapan dana tersebut jadi pemicu merosotnya PAD Pamekasan. Jika terdapat kerugian, PT AUMM sepenuhnya harus bertanggung jawab. Baik pidananya,” terangnya.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan, Pergantian Wabup Diajukan Setelah 100 Hari kematian

Diketahui, aset PT AUMM dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sebab, usaha yang bergerak di bidang produk yang direncanakan bekerja sama dengan PT. Puspa Argo tidak berjalan sesuai harapan.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pameksan A Fata membenarkan PT AUMM telah dikembalikan ke pemerintah daerah. Sejauh ini, kata dia, PT AUMM telah dibekukan sejak tanggal 29 April 2021 lalu, sehingga asetnya dibebankan kepada bagian perekonomian.

BACA JUGA :  Jurnalis Center Pamekasan Desak Polisi Segera Usut Tuntas Kekerasan Wartawan di Surabaya

“Lembaga pemegang saham membekukan pada tanggal 29 April 2021, dan mengadakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), karena tidak menguntungkan alias rugi,” ucap Fata dikutip dari Koran Madura.

Kata Fata, ada sekitar 600 hingga 700 juta yang diamankan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang berupa satu unit mobil Grand Livina 2012, satu unit mobil Evalia 2011, dan barang-barang lainnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.