Aktivis Pamekasan Sebut Proyek Seumur Jagung di Desa Tanjung Terindikasi Mark Up

  • Bagikan

Pamekasan – Proyek pengaspalan di Dusun Sumber Wulan, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, patut disorot.

Betapa tidak, proyek yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2022, sudah rusak. Padahal belum genap dua bulan selesai dikerjakan, Senin (6/6/2022).

Aktivis Pamekasan, Ahmad menyampaikan bahwa ada indikasi mark up anggaran dalam pekerjaan proyek pengaspalan di Desa Tanjung. Sebab, hanya seumur jagung.

“Apalagi ada pengakuan dari Pj Kepala Desa Tajung yang menyatakan bahwa telah mengurangi konstruksi dalam proyek pengaspalan,” kata Ahmad, kepada suarapraksi.com.

Ahmad menilai ada modus lain dalam pengurangan volume tersebut. Dia menduga Pj Kades Tanjung dan Pelaksana mengambil keuntungan pribadi maupun kelompok sehingga proyek tidak bertahan lama.

BACA JUGA :  Kecewa Pada BPD & P2KD, Warga Ceguk Pamekasan Segel Balai Desa

“Selain dari pengakuan sengaja tidak dirandem karena akan ada saluran air yang memotong jalan, kami menduga ada upaya busuk lain,” terangnya.

Menurutnya, tindakan ini tidak boleh dibiarkan. Sebab, jika dibiarkan akan menjadi kebiasaan buruk bagi pelaku proyek. Selain itu, khawatir akan muncul lagi proyek seumur jagung yang serupa.

“Seandainya proyek tersebut tidak rusak, pasti akan dibiarkan oleh pihak Pj Kades dan Pelaksana. Jika tidak diketahui oleh masyarakat, hasil mark up anggarannya akan dipakai untuk memperkaya diri,” ujarnya.

BACA JUGA :  PSBB dan JCP khitan Gratis 25 Anak di Desa Ceguk Pamekasan

Ahmad menduga bukan hanya di titik itu saja yang kualitasnya buruk. Ahmad menduga seluruh proyek pengaspalan yang menggunakan dana desa itu tidak sesuai dengan RAB (rancangan anggaran biaya).

“Kami menduga semua pekerjaan proyek pengaspalan dari titik nol tidak sesuai dengan RAB. Oleh sebab itu, kami akan meminta kepada Inspektorat untuk mengaudit proyek tersebut,” tegasnya.

Adanya proyek seumur jagung tersebut, Dia menanyakan tugas dan fungsi Camat setempat. Sebab seolah membiarkan adanya proyek yang dinilai asal-asalan.

“Kami nilai ini juga masuk kelalaian Camat setempat dan tim auditor yang terlibat di dalam,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Minta Perkuat SDM APIP

Diketahui, Pj Kades Tanjung, Jakfar sebelumnya telah mengakui bahwa proyek pengaspalan tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Hal itu dikarenakan terdengar kabar akan ada proyek saluran air yang memotong jalan dari Pokmas (kelompok masyarakat) yang merupakan hibah dari Pemprov Jatim.

Atas dasar itu, Pj Kades Tajung dan Pelaksana sepakat untuk tidak dirandem sebelum dilakukan pengaspalan. Akibatnya, jalan lekas rusak.

Meski demikian, Pj Kades Tanjung mengaku akan mengembalikan sisa anggaran proyek hasil mark up yang dilakukannya.

Selain itu, pihaknya melalui Sekretaris Desa Tanjung, Ahmad mengaku akan memperbaiki ulang proyek pengaspalan yang telah rusak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.