BKA BADKO HMI Jatim Minta Polda Jatim Tangkap Broker Pupuk Subsidi

  • Bagikan

Pamekasan – Belakangan ini ramai soal penyelundupan pupuk bersubsidi asal Pamekasan yang telah terjual sebanyak 20,45 ton ke luar daerah.

Hal ini dibuktikan dengan adanya penangkapan pupuk subsidi oleh Polres Ponorogo sebanyak 11,45 ton. Selang beberapa hari, Polres Tuban mengabarkan mengamankan 9 ton pupuk subsidi berasal dari Pamekasan.

Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Kemaritiman dan Agraria (BKA) Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur, Basri meminta Polda Jatim menangkap broker atau dalang dari kasus penyelundupan pupuk yang merugikan petani.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Lantik 11 Pejabat Administrator

“Saya minta kepada pihak aparat penegak hukum di wilayah Jawa Timur untuk menangkap broker pupuk, biar tidak terkesan tebang pilih,” kata Ketua BKA Badko HMI Jatim kepada suarapraksi.com.

Basri menilai tersangka yang ditetapkan oleh aparat penegak hukum (APH) hanyalah korban dari mafia pupuk bersubsidi. Sebab, mereka hanya seorang pengantar yang dibayar atas pekerjaannya.

BACA JUGA :  Media Jurnal Polisi Sebut Oknum Wartawan yang Terjaring OTT Polres Pamekasan Sudah Berhenti

“Pertanyaan saya kenapa tidak broker atau dalang dari penjualan pupuk ini yang di tangkap oleh pihak aparat, inikan membuat kami curiga terhadap aparatur negara,” terangnya.

Selain itu, Basri juga meminta kepada seluruh Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di setiap kabupaten untuk bekerja maksimal dalam pengawalan pupuk ini, agar petani tidak selalu menjadi korban oknum pemain pupuk.

BACA JUGA :  Beraksi Malam Hari, Pencuri Sepeda Motor di Puskesmas Palengaan Terekam CCTV

“Atas perbuatan mafia pupuk bersubsidi itu, para petani yang dirugikan. Buktinya beberapa bulan ini pupuk subsidi langka. Jadi saya minta KP3 di setiap kabupaten untuk mengawasi betul-betul ketersediaan pupuk,” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.