SPMP Pertanyakan Tindakan PUPR Pamekasan Soal Proyek Pengaspalan Jalan Sumedangan Prekbun

  • Whatsapp
Foto saat SPMP menggelar audiensi ke PUPR Pamekasan yang ditemui Konsultan dan CV Nur Arobi

Pamekasan – Tindakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan dalam pekerjaan proyek Pengaspalan Jalan Sumedangan Prekbun belum nampak, Senin (22/11/2021).

Hal itu disampaikan Ketua Suara Pemuda dan Mahasiswa Pamekasan (SPMP) Moh Rohim. Menurutnya, pasca audiensi yang digelar Jum’at, 11 November 2021 kemaren, hingga saat ini masih belum ada tindakan apapun dari dinas terkait.

Bacaan Lainnya

Hasil temuan SPMP di lapangan, pekerjaan proyek yang dimenangkan CV Nur Arobi yang menelan anggaran sebesar Rp 319.466.000 ditemukan banyak persoalan. Pertama, soal papan nama yang seharusnya menggunakan triplek, nampak hanya menggunakan banner, itupun bannernya roboh dan disangga pohon.

Kedua, Agregat A atau lantai dasar sebelum pengaspalan bergelombang dan ketebalannya marak yang dinilai tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang ditentukan. Artinya, kurang dari 15 cm.

Ketiga, tidak adanya pengawasan dan tindakan dari Dinas PUPR Pamekasan soal beberapa temuan di lapangan sehingga pihak CV Nur Arobi terkesan mengerjakan proyek Pengaspalan Jalan Sumedangan Prekbun asal-asalan.

“Ini bukti ketidaktegasan dinas dalam menindak rekanan. Bahkan kami menilai dinas main mata dengan rekanan,” kata Moh Rohim kepada suarapraksi.com.

Akibat pembiaran dari Dinas PUPR Pamekasan, kata Rohim, rekanan terkesan terburu-buru dan memaksakan pengaspalan pada Rabu malam, 17 November 2021 kemaren, meski Agregat A tidak rata.

“Meski telah di Hotmix oleh CV Nur Arobi, beruntungnya kami telah mengantongi sampel Agregat A dan Hotmix-nya,” terangnya.

Rohim menyebut, sampel yang dikantongi itu akan diuji lab secara pribadi. Sebab CV Nur Arobi mengerjakan banyak proyek pengaspalan jalan di Dinas PUPR Pamekasan.

“Bukti ini akan kami uji lab. Hasilnya nanti akan kami serahkan ke Inspektorat, Polres, Kejaksaan, Polda dan Kejati,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Pamekasan, Pimpi mengaku telah melimpahkan tugasnya sebagai pengawas proyek kepada Konsultan Pengawas.

Hal itu dikarenakan pekerjaan di Dinas PUPR Pamekasan banyak, sehingga pihaknya tidak sempat untuk mengawasi proyek tersebut dan menugaskan Konsultan Proyek sebagai Pengawas proyek Pengaspalan Jalan Sumedangan Prekbun.

“Kalo dari dinas sudah dilimpahkan ke Konsultan Pengawas (milik rekanan), karena pekerjaan dinas banyak di mana-mana,” dalihnya.

Soal CV Nur Arobi mempunya banyak paket proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pamekasan, Pimpi membenarkan hal itu. Namun pihaknya mengaku tidak tahu lokasinya di mana saja.

“Untuk lokasi kurang tahu mas, itu ada di PPTK masing-masing proyek. Sementara saya tidak ingat,” tukasnya.

Pos terkait