Siapa Dibalik Pemaketan Sembako BPNT yang Kurang dari Rp 200 Ribu di Kecamatan Proppo Pamekasan?

  • Whatsapp

PAMEKASAN – Kasus dugaan pengurangan paket sembako program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Proppo Pamekasan terus menjadi buah bibir.

Pasalnya, kordinator alias dalang dibalik pemaketan sembako yang kurang dari Rp 200 ribu se-Kecamatan Proppo masih belum diketahui.

Bacaan Lainnya

Hal itu diketahui setelah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT mengadu ke Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara) atas kejadian tersebut.

Setelah ditelusuri ke lapangan, nampaknya hampir seluruh Agen e-Warung se-Kecamatan Proppo melakukan pemaketan komoditi kepada KPM BPNT. Itupun, sembako yang sudah dipaketkan kurang dari Rp 200 ribu.

“Oleh karena itu kami menduga ada kordinator dibalik adanya pemaketan sembako di Kecamatan Proppo,” kata Ketua Prahara Haidar Anshori.

Dia dugaan kuat ada yang mengkordinir komoditi dikarenakan keluarga penerima manfaat BPNT tidak “diperbolehkan” memilih komoditi sesuai keinginannya.

“Harusnya KPM berhak memilih sembako atau komoditi sesuai keinginan KPM. Kalo di Kecamatan Proppo beda, KPM harus nurut dan tunduk sama Agen e-Warung,” tukasnya.

Sekedar diketahui, hasil temuan di lapangan, terdapat KPM hanya menerima 10 kg beras, 12 butir telor, dan 1/2 kg kacang tanah.

Pos terkait