Bupati Pamekasan Tunda Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2021

  • Whatsapp

PAMEKASAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Pamekasan resmi ditunda, Minggu (10/10/2021). Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam rapat bersama tentang Pilkades serentak dan Pemilihan Antar Waktu (PAW) tahun 2021.

Menurutnya, penundaan itu berdasarkan surat dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 270/5645/SC/2021 tentang tindak lanjut pelaksanaan pilkades serentak dan PAW di masa pandemi Covid-19 pasca pendundaan yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin dalam surat tersebut ialah terkait penyebaran covid-19 di wilayah kabupaten/kota untuk tidak lengah serta tetap konsisten melaksanakan beberapa langkah berupa sosialisasi, percepatan vaksinasi, dan mendorong pemerintahan desa untuk melakukan pemantauan kondisi penyebaran covid-19 melalui optimalisasi posko PPKM Mikro di masing-masing desa.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian itu juga berisi situasi penanganan protokol kesehatan dan pencegahan covid-19 yang tidak dapat terkendali di tingkat desa sehingga diminta untuk menunda pelaksanaan pilkades serentak maupun PAW.

“Berdasarkan hasil rapat panitia pilkades kabupaten, panitia pilkades serentak tahun 2021 memberikan rekomendasi kepada saya untuk menerbitkan surat keputusan bupati tentang perubahan kedua atas keputusan bupati nomor 188/297/432.013/2021 tentang jadwal tahapan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2021,” katanya.

Perubahan tersebut berupa jadwal tahapan pelaksanaan pilkades serentak dan PAW tahun 2021 ditunda sampai dengan ditetapkannya kebijakan lebih lanjut dengan cakupan realisasi vaksinasi di desa-desa sampai dengan 70 persen.

Surat yang ditandatangani oleh Totok Hartono sebagai ketua panitia pilkades serentak dan PAW tahun 2021 tingkat kabupaten dan sekretaris Achmad Faisol tersebut berisi penundaan pelaksanaan pilkades serentak dan PAW 2021 tidak membatalkan tahapan pilkades sebelumnya.

“Dari rekomendasi panitia ini, saya atas nama Bupati Pamekasan berkeputusan dengan surat keputusan nomor 188/534/432.013/ 2021 tentang perubahan kedua atas keputusan bupati nomor 188/297/432.013/2021 tentang penetapan jadwal tahapan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2021,” ucapnya.

Berdasarkan rekomenasi panitia tersebut, pihaknya memutuskan dengan surat keputusan bupati nomor 188/297/432.013/2021 tentang penetapan jadwal tahapan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2021.

Keputusan itu berupa jadwal tahapan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2021 ditunda sampai adanya kebijakan lebih lanjut dengan cakupan realisasi vaksinasi di desa mencapai dengan 70 persen. Namun, penundaan itu tidak membatalkan tahapan pilkades sebelumnya.

“Poin dari keputusan ini prinsipnya adalah ingin memastikan bahwa pandemi ada di sekitar kita. Sehingga pilihan untuk melindungi masyarakat dari sebaran covid-19 menjadi bagian pertimbangan utama kita. Sehingga pelaksanaan pilkades tahun 2021 harus kita tunda,” tegasnya.

Di samping itu, penundaan pesta demokrasi tingkat desa itu menyusul adanya surat dari Kemendagri agar melaksanakan vaksinasi secara masif di tingkat desa untuk melindungi masyarakat dari wabah covid-19.

“Perubahan jadwal tahapan sebagaimana dimaksud dapat dikonsultasikan pada kepanitiaan kecamatan atau panitia pemilihan kabupaten,” pungkasnya.

Pos terkait