Prahara Akan Bongkar ‘Mafia BPNT’ di Kecamatan Proppo Pamekasan

  • Whatsapp

PAMEKASAN – Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara) menerima laporan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Selasa (14/9/2021).

Laporan yang diterima dari KPM di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, perihal pelanggaran penyaluran program BPNT oleh Agen e-Warung.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Prahara Haidar Anshori, Agen e-Warung sebagai penyedia komoditi melakukan praktek pemaketan sembako yang diberikan kepada KPM BPNT.

Sesuai Pedoman Umum (Pedum), penerima manfaat berhak memilih komoditi sembako sesuai kebutuhan hidup, bukan diatur oleh Agen e-Warung.

“Sesuai pedoman umum, Agen e-Warung dilarang mengatur penerima manfaat seperti halnya sembako dipaket-paket oleh agen,” katanya.

Hasil dari investigasi tim Prahara, Haidar menyebut, pemaketan komoditi sembako yang diberikan kepada KPM ada yang memobilisasi Agen e-Warung untuk melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu, Haidar menduga hampir 90,9 persen Agen e-Warung yang ada di Kecamatan Proppo menggunakan sistem pemaketan.

“Persoalan ini harus tuntas, karena selain sistem pemaketan, ada persoalan lain yang itu sangat fatal, nanti kita sampaikan semua persoalan Kecamatan Proppo di meja DPRD dan Kementerian,” tegasnya.

Haidar menerangkan, selain adanya pemaketan komoditi sembako, ada banyak temuan di lapangan, diantaranya; paket sembako yang diberikan diduga dikurangi oleh pihak Agen e-Warung.

“Semisal saldo per KPM 200 ribu, maka sembako yang diberikan kepada penerima manfaat harus bekisar 200 ribuan, tidak boleh kurang. Karena jika sembako yang diberikan kepada penerima manfaat kurang, maka yang rugi KPM,” terangnya.

Haidar mengaku heran, pasalnya praktik tersebut masih bisa terjadi di Pamekasan, padahal di setiap kecamatan sudah ada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang mempunyai tugas untuk memantau pelaksanaan tersebut.

“Saya malah curiga, ini ada unsur kesengajaan atau pembiaran dari oknom-oknom tertentu untuk mengambil keuntungan dari bantuan yang diperuntukan untuk masyarakat miskin ini,” ujarnya.

Sementara itu, TKSK Kecamatan Proppo Syarif saat dihubungi melalui via telepon WhatsApp-nya mengaku masih berada di Kabupaten Sampang. Sehingga tidak bisa merespon persoalan Agen e-Warung yang berpolemik. “Saya masih di Sampang,” singkatnya. (red)

Pos terkait